Jumat, 13 Juni 2014
BPK Menemukan Sanksi Bunga Terlambat Bayar Pajak Rp482,29 M Belum Ditagih
Jumat, Juni 13, 2014
Finansial
Ditemukannya potensi penerimaan pajak yang belum terealisisakan oleh BPK sebesar Rp482,29 miliar dengan penyebabnya belum dilakukan penagihan sanksi bunga oleh Ditjen Pajak atas keterlambatan pembayaran wajib pajak.
BPK menemukan 3 masalah diantaranya :
- Ditjen Pajak belum menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) atas keterlambatan pembayaran atas setoran masa sebanyak 574.298 transaksi senilai Rp7,46 triliun, dengan potensi sanksi administrasi berupa bunga minimal Rp448,84 miliar.
- Terdapat keterlambatan pembayaran setoran masa PPN atas wajib pajak (WP) pindah dan/atau WP yang PPN-nya dipusatkan. Alhasil, WP tersebut belum dikenakan sanksi administrasi berupa bunga minimal sebesar Rp88,94 juta.
- Ditjen Pajak belum menerbitkan STP bunga penagihan atas SKPKB/SKPKBT yang dibayar melewati tanggal jatuh tempo pada delapan KPP di lingkungan Kanwil Ditjen Pajak Banten, Kanwil Jawa Timur II, dan Kanwil Kalimantan Timur. Adapun, potensi penerimaan sebesar Rp33,44 miliar.
BPK menyimpulkan permasalahan disebabkan a.l. account representative (AR),
Pelaksana Seksi Penagihan, dan Kepala Seksi Penagihan lalai dalam
melaksanakan tugasnya. Lalu, Kepala KPP terkait tidak tegas dalam
menjalankan aturan, dan kurangnya pembinaan dan pengawasan atasan
langsung.
(http://finansial.bisnis.com/read/20140613/10/235572/sanksi-bunga-terlambat-bayar-pajak-rp48229-m-belum-ditagih)
Pilpres RI 2014
Jumat, Juni 13, 2014
Pilpres RI 2014, Trends
Khusus
postingan ini akan sedikit memberikan fakta bahwa nanti kurang lebih 4
minggu yang akan datang pesta demokrasi dilaksanakan. Sudah barang tentu
semua penduduk Indonesia yang mempunyai hak suara harus memberikan hak
pilihnya pada pemilihan presiden. Visi dan misi para calon presiden dan
calon wakil presiden intinya membangun dan menciptakan Negeri yang kita
cintai ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Mari kita simak fakta-fakta berita yang berhubungan dengan pada calon presiden dan calon wakil presiden :
- Debat Prabowo VS Jokowi
Dari
5 debat yang dilaksanakan KPU (Komisi Pemilihan Umum), sesi debat
pertama yang sudah dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2014. Ada perbedaan
yang terlihat dari 2 kubu pasangan dalam debat tersebut. Siapa yang
unggul dari debat sesi pertama? Kita simak berita yang bersumber merdeka.com ini --> Debat sesi pertama Prabowo VS Jokowi
- Visi dan Misi Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK
Visi misi Prabowo-Hatta adalah "Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat" dan Misi :
- Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman dan damai, bermartabat, demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45.
- Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi.
- Mewujudkan
Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang
berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif
dan trampil. (sumber : http://www.solopos.com)
Visi misi Jokowi-Jk adalah “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong” dan Misi :
- Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
- Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum.
- Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
- Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
- Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
- Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional.
- Mewujudkan masyarakat yang berkperibadian dalam kebudayaan. (sumber : http://www.solopos.com)
Mari
kita sebagai penduduk Indonesia yang demokrasi ditekankan agar lebih
selektif dalam hak suaranya, semoga hak suara kita bisa membawa
kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.